Tampilkan postingan dengan label #modal #rakyat #kemiskinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #modal #rakyat #kemiskinan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Keren, Sandi Uno Digital Volunteer (SOLDIER)

SANDI UNO
Pendukung cagub DKI Jakarta Sandiaga Uno yang tergabung dalam relawan "Sahabat Sandiaga Uno" misalnya, meluncurkan program digital bernama SOLDIER yang merupakan singkatan dari Sandi Uno Digital Volunteer. Koordinator SOLDIER, Anthony Leong, mengatakan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan adalah untuk mensosialisaikan kegiatan positif Sandiaga Uno melalui dunia digital yaitu media sosial.

SANDI UNO

"Kami akan menyebarluaskan pemberitaan lewat media sosial dikemas dengan kreatif, menarik, dan tentunya sesuai fakta yang ada. Pemilih di Jakarta sangat rasional, dengan kami hadirkan figur yang bisa tuntaskan permasalahan di Jakarta, masyarakat pasti bisa sadar bahwa ada sosok yang lebih tepat untuk menjadi pemimpin baru Jakarta," kata Anthony yang juga pakar digital marketing Indonesia ini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7/2016).

Anthony yang juga juru bicara Sahabat Sandiaga Uno itu menyebutkan, lewat program SOLDIER ini dirinya ingin menyebarkan kepada masyarakat luas mengenai pencapaian, kontribusi, visi misi serta program kerja kandidat Partai Gerindra itu.

"Bang Sandi telah puluhan tahun aktif dalam organisasi, kegiatan sosial, olahraga dan pengusaha muda yang sukses. Figur Bang Sandi sangatlah mumpuni. Untuk itu, melalui SOLDIER ini kami ingin "membuka mata" warga Jakarta yang pro perubahan untuk bisa memilih pemimpin yang berkompeten, menguasai berbagai bidang, dan memberikan solusi nyata untuk kebutuhan masyarakat seperti sekarang bahan makanan pokok yang kian tidak stabil, lapangan pekerjaan Ibu Kota yang minim. Masalah tersebut kami yakin akan mudah teratasi dengan track record dan kompetensi Bang Sandi," kata dia.


Koordinator Sahabat Sandiaga Uno, Anggawira, optimistis SOLDIER yang merupakan bentuk kampanye positif ini akan disambut baik masyarakat. Ada sekitar 200 ribu relawan yang siap menyukseskan kampanye Sandiaga Uno di media sosial.

"Relawan di media sosial kini sudah lebih dari 200.000 relawan yang telah bergabung dari Facebook, Twitter. Relawan ini akan terus bergerilya dalam mendukung Sandi Uno. Kami kenalkan figur yang berkualitas, dan berkompeten. Insyallah masyarakat Jakarta punya pemimpin yang tepat tahun depan," ujar Anggawira, yang juga Founder SOLDIER ini.

Anggawira yang juga fungsionaris Partai Gerindra itu mengaku yakin bahwa program SOLDIER ini akan membawa dampak positif. 

"Media sosial merupakan penggerak aktif isu publik. Karena ciri khas dari media sosial ini spontan dan terbuka membuat masyarakat menjadi lebih kritis, dan aktif bersuara. Kami fokus untuk perkenalkan Bang Sandi ke publik dengan program-programnya, bukan menyerang kandidat lainnya atau incumbent," tegas Angga.

Seperti yang diketahui, Sahabat Sandiaga Uno adalah kumpulan relawan yang pertama kali mendorong Sandiaga Uno untuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta. Kelompok relawan ini telah bekerja selama 10 bulan terakhir ini untuk pencalonan kandidat kuat Partai besutan Prabowo Subianto.

#TuntasIkhlas #PilihYangBaik #CalonGubernur #PolitikusMudaIndonesia #PolitisiMudaGerindra

Senin, 27 Juni 2016

Kerja Keras Sandi Uno Tak Mengecewakan Hasil

Eletabilitas Sandi Uno Naik?
Kandidat penantang Ahok untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 perlahan tapi pasti sudah mulai terlihat. Dari sekian calon yang serius dan konsisten bergerak ke bawah menemui warga DKI Jakarta, Sandiaga Uno terlihat paling aktif.
Tak pelak, survei terkini hasil polling Sandiaga Uno mulai hampir menyalip calon petahana, Gubernur Ahok. Survey & Polling Indonesia (SPIN) melakukan riset telepolling terkait beberapa nama yang beredar luas di media sebagai kandidat yang sudah menyatakan niatnya ikut kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.
Hasilnya, nama Ahok masih mengungguli bakal calon lainnya dengan dukungan 34,1 persen. Namun menyusul di bawahnya Sandiaga Salahuddin Uno meraih hasil 15,2 persen. Sementara Yusril Ihza Mahendra (14,7 persen), Adhyaksa Dault (11,2 persen), Abraham Lunggana (10,7 persen), Safrie Syamsuddin (9,5 persen), dan Hasnaeni Moein (4,6 persen) di peringkat berikutnya.
“Riset telepolling ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur yang paling populer dan cocok memimpin Jakarta 2017,” kata Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam pemaparan hasil polling di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Gerakan perlahan tapi pasti popularitas Sandi Uno yang merangkak naik signifikan di kalangan warga Jakarta. Hal itu seiring dengan giatnya pengusaha muda itu bersosialisasi mengunjungi berbagai lapisan masyarakat ibu kota.
SANDI UNO
“Warga Jakarta semakin mengenal sosok Sandi Uno,” beber Igor.
Menurut dosen FISIP Universitas Jayabaya itu, argumentasi publik soal meningkatnya popularitas Sandi Uno punya alasan.
Pertama, Sandi Uno adalah bakal calon gubernur yang paling rajin blusukan menjumpai warga dari berbagai strata sosial, terutama menengah ke bawah dan pinggiran. Selama lebih dari tiga bulan ini, Sandiaga Uno sudah mengunjungi lebih dari 105 kelurahan yang ada di Jakarta.
“Keseriusan yang dibuktikan dengan kerja nyata adalah poin penting yang dilihat penduduk Jakarta. Peningkatan popularitas dan elektabilitas Sandi Uno berjalan seiring dengan semakin dikenalnya Sandi Uno bagi publik DKI,” jelas Igor.
Kemudian, Sandi Uno juga giat menjalin komunikasi dengan partai politik. Bahkan juga mau mengikuti proses penjaringan yang digelar partai lain selain Gerindra, seperti PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai kandidat. Loyalitasnya tidak diragukan lagi. Jakarta membutuhkan pemimpin baru yang setia menuntaskan masa jabatannya sebagai gubernur selama lima tahun,” ujar Igor.
SANDI UNO
Selain itu, lanjutnya, calon yang menarik secara fisik bisa memperoleh suara tiga kali lebih banyak daripada sebaliknya. Terutama dari segmen pemilih pemula dan perempuan. Karena kesan pertama yang bermula dari penampilan fisik seseorang biasanya sulit tergoyahkan.
“Secara teoritis, imej pertama seseorang umumnya didasarkan pada aspek visual. Apalagi pikiran manusia itu terbatas sehingga persepsi pemilih cenderung disaring oleh filter fisiologis. Di antara kandidat lainnya, Sandi Uno paling muda dan good looking,” beber Igor.
Igor menambahkan, riset SPIN dilaksanakan pada 10-15 Juni 2016 melalui telepolling dengan mengambil 500 responden pengguna telepon di lima wilayah DKI Jakarta. Sampel diambil secara acak dari buku telepon PT Telkom.
#TuntasIkhlas #DemokrasiSejuk #PilihYangBaik

Jumat, 18 Maret 2016

Sandi Uno Politikus Muda Gerindra dan Persyaratan Pilgub Independent


SANDI UNO

Pengusaha Sandiaga Uno mengaku tidak setuju dengan wacana diperberatnya syarat bagi calon independen ikut pemilihan kepala daerah. 

"Enggak setuju banget. Sudah cukup, janganlah kita persulit lagi untuk pencalonan independen, harus dibuka seluas-luasnya," kata Sandiaga di Kantor Kaskus, Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Sandiaga yang berniat mencalonkan diri dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur partai politik tersebut mengatakan, sedianya putusan Mahkamah Konstitusi menjadi panduan terkait persyaratan calon independen. 

(Baca: Wacana Perberat Syarat Calon Independen Diragukan Berlaku 2017).

Pada 2015, MK memutuskan bahwa syarat dukungan bagi calon independen minimal 7,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap. 

Sebelumnya, calon independen harus mengumpulkan minimal 7,5 persen KTP dari jumlah penduduk berdasarkan Pasal 41 ayat 1 dan 2 UU Pilkada

"Menurut saya, yang sudah diputus MK kan sudah diuji. Kalau ditingkatkan saya takut ada yang dizalimi," ujarnya. 

Sandiaga juga menilai bahwa pengetatan syarat pencalonan melalui jalur independen sama saja dengan mempersulit pemenuhan hak warga untuk berdemokrasi.

Atas dasar itu, dia menilai aturan mengenai calon independen tidak perlu direvisi karena akan menimbulkan kegaduhan politik.

Ia pun menghimbau agar stabilitas politik jelang Pilkada DKI 2017 tetap dijaga. Harus dibuat setara antara hak warga untuk mencalonkan diri melalui jalur partai dan jalur independen. 

"Saya apresiasi teman-teman di DPR untuk menghadirkan kesetaraan," ujar Sandiaga. 

Komisi II DPR RI berencana memperberat syarat bagi calon independen yang akan maju Pilkada 2017 mendatang. (Baca:Perberat Syarat, Parpol Dinilai Mau "Matikan" Calon Independen).

Syarat itu akan diperberat melalui revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. 

Dukungan jumlah KTP yang diwajibkan sebesar 7,5 persen ingin ditambah menjadi 10 persen.

SUMBER: http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/17/20240991/Kata.Sandiaga.Uno.soal.Wacana.Pengetatan.Syarat.Calon.Independen