Tampilkan postingan dengan label #mayday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #mayday. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2016

Kerja Keras Sandi Uno Tak Mengecewakan Hasil

Eletabilitas Sandi Uno Naik?
Kandidat penantang Ahok untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 perlahan tapi pasti sudah mulai terlihat. Dari sekian calon yang serius dan konsisten bergerak ke bawah menemui warga DKI Jakarta, Sandiaga Uno terlihat paling aktif.
Tak pelak, survei terkini hasil polling Sandiaga Uno mulai hampir menyalip calon petahana, Gubernur Ahok. Survey & Polling Indonesia (SPIN) melakukan riset telepolling terkait beberapa nama yang beredar luas di media sebagai kandidat yang sudah menyatakan niatnya ikut kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.
Hasilnya, nama Ahok masih mengungguli bakal calon lainnya dengan dukungan 34,1 persen. Namun menyusul di bawahnya Sandiaga Salahuddin Uno meraih hasil 15,2 persen. Sementara Yusril Ihza Mahendra (14,7 persen), Adhyaksa Dault (11,2 persen), Abraham Lunggana (10,7 persen), Safrie Syamsuddin (9,5 persen), dan Hasnaeni Moein (4,6 persen) di peringkat berikutnya.
“Riset telepolling ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur yang paling populer dan cocok memimpin Jakarta 2017,” kata Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam pemaparan hasil polling di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Gerakan perlahan tapi pasti popularitas Sandi Uno yang merangkak naik signifikan di kalangan warga Jakarta. Hal itu seiring dengan giatnya pengusaha muda itu bersosialisasi mengunjungi berbagai lapisan masyarakat ibu kota.
SANDI UNO
“Warga Jakarta semakin mengenal sosok Sandi Uno,” beber Igor.
Menurut dosen FISIP Universitas Jayabaya itu, argumentasi publik soal meningkatnya popularitas Sandi Uno punya alasan.
Pertama, Sandi Uno adalah bakal calon gubernur yang paling rajin blusukan menjumpai warga dari berbagai strata sosial, terutama menengah ke bawah dan pinggiran. Selama lebih dari tiga bulan ini, Sandiaga Uno sudah mengunjungi lebih dari 105 kelurahan yang ada di Jakarta.
“Keseriusan yang dibuktikan dengan kerja nyata adalah poin penting yang dilihat penduduk Jakarta. Peningkatan popularitas dan elektabilitas Sandi Uno berjalan seiring dengan semakin dikenalnya Sandi Uno bagi publik DKI,” jelas Igor.
Kemudian, Sandi Uno juga giat menjalin komunikasi dengan partai politik. Bahkan juga mau mengikuti proses penjaringan yang digelar partai lain selain Gerindra, seperti PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai kandidat. Loyalitasnya tidak diragukan lagi. Jakarta membutuhkan pemimpin baru yang setia menuntaskan masa jabatannya sebagai gubernur selama lima tahun,” ujar Igor.
SANDI UNO
Selain itu, lanjutnya, calon yang menarik secara fisik bisa memperoleh suara tiga kali lebih banyak daripada sebaliknya. Terutama dari segmen pemilih pemula dan perempuan. Karena kesan pertama yang bermula dari penampilan fisik seseorang biasanya sulit tergoyahkan.
“Secara teoritis, imej pertama seseorang umumnya didasarkan pada aspek visual. Apalagi pikiran manusia itu terbatas sehingga persepsi pemilih cenderung disaring oleh filter fisiologis. Di antara kandidat lainnya, Sandi Uno paling muda dan good looking,” beber Igor.
Igor menambahkan, riset SPIN dilaksanakan pada 10-15 Juni 2016 melalui telepolling dengan mengambil 500 responden pengguna telepon di lima wilayah DKI Jakarta. Sampel diambil secara acak dari buku telepon PT Telkom.
#TuntasIkhlas #DemokrasiSejuk #PilihYangBaik

Selasa, 10 Mei 2016

Lucu, Sandi Uno deg-degan saat ingin mengikuti fit and proper test

Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Sandiaga Uno yang berniat menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rabu (11/5/2016) pagi. kegiatannya pagi ini tak lain dan tak bukan untuk kepentingan pencalonannya dalam Pilgub DKI 2107.

SANDI UNO


Kedatangan Sandiaga untuk mengikuti fit and proper test yang digelar DPP PDI-P. Fit and proper test yang disebut diikuti 34 peserta itu sebagai kelanjutan dari pendaftaran sebagai bakal calon gubernur dari PDI-P. Sandiaga yang tiba sekitar pukul 09.00 itu mengaku sudah mempersiapkan diri mengikuti fit and proper test ini dengan membaca buku.

"Baca-baca banyak, terus deg-degan kayak ujian, bismillah aja," kata Sandiaga di DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu pagi.
Sandiaga berharap fit and proper test yang diikuti dapat berjalan lancar.
"Ini bentuk tindak lanjut pendaftaran yang kami lakukan di DPD DKI beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Beberapa calon terlihat mulai datang menyusul, seperti politisi PPP Abraham "Lulung" Lunggana dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra. Keduanya juga berniat menjadi bakal calon gubernur DKI, yang mendaftar pula melalui PDI-P. 

Sumber

Selasa, 03 Mei 2016

Becandaan Ala - Ala Sandi Uno, Mulai dari Tukang Jamu, Beras sampai Tukang Sol Tertawa.

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menyambangi permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (1/5) pagi kemarin. Pria yang akrab disapa ini Sandi mengawali kunjungannya ke pasar tradisional di lokasi tersebut. Didampingi istrinya, Sandi berjalan kaki dan mendatangi satu per satu pedagang, dari mulai pedagang beras, jamu, hingga tukang sol sepatu.

Pada setiap pedagang yang ia temui, Sandi menanyakan berbagai hal seputar perkembangan usaha mereka.  Bahkan saat berbincang dengan tukang sol sepatu, Sandi berjongkok di dekat sebuah tiang. Uniknya, keberadaan tiang ini rupanya menyulitkan para fotografer dan kameraman yang hendak mengabadikan momen tersebut. Mereka pun meminta Sandi untuk berpindah posisi. Sandi kemudian bangkit untuk bergeser sambil meminta maaf kepada tukang sol sepatu yang sempat diajaknya berbicara.  “Permisi, maaf ya, Pak. Mau pencitraan sedikit ya, Pak,” kelakarnya sambil tertawa.
Di sana, Sandi rencananya akan mengadakan dialog dengan warga setempat. Masyarakat Kebon Pala sangat antusias menyambut pengusaha muda tersebut, terutama kalangan ibu-ibu. “Ganteng ya orangnya,” ujar salah satu ibu sambil tak lupa mengabadikan Sandi di kamera ponselnya. (zz)

Senin, 02 Mei 2016

Keakraban dan candaan Sandi Uno dan Istri saat kunjungan ke Pasar Jati Negara

Calon Gubernur DKI Jakarta Periode 2017, Sandiaga Salahuddin Uno atau akrab disapa Sandi Uno, menyambangi pemukiman padat penduduk yakni Kebon Pala I, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (1/5/2016).
Kedatangan Sandi Uno bersama istri tercintanya, Nur Asia, membuat warga mencurahkan kekesalannya terhadap sikap dan tindakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selama menjabat Gubernur DKI Jakarta.
“Pak Sandi Uno kalau dipilih kayak si sipit (Ahok) enggak tuh? Ntar bapak kayak Ahok lagi main gusur-gusur dong pak. Kita butuh tempat tinggal pak. Warga miskin kita mah,” ucap salah seorang warga di Kebon Pala I RW 07, Kampung Melayu.
Sandi Uni nampak khidmat mendengar keluhan-keluhan warga Kebon Pala, terhadap Ahok yang dinilai pemimpin kejam. Istri Uno pun yang mendengar keluhan itu langung memeluk dan menyabarkan wanita berdaster oranye tersebut.
“Sabar ya bu ya. Makanya doakan suami saya ya bu. Kalau bapak (Sandi Uno), Insya Allah warga Jakarta tak merasakan seperti itu. Mohon doa restu dan dukungannya ibu,” kata Nur Asia.
Sandi Uno pun turut berjanji kepada warga untuk tidak akan dilakukan penggusuran yang kini masih dinilai warga semena-mena. Sandi Uno pun yakin, dirinya tak seperti apa yang dipikirkan warga Kebon Pala.
“Enggak kok bu. Saya enggak suka gusur menggusur. Saya lebih suka menata ekonomi warga Jakarta agar lebih sejahtera,” kata Uno di sebuah gang sempit dan dikerubungi warga.

Sandi pun kembali berjalan dan berkeliling, serta menyapa warga lainnya. Sandi yang berjalan kaki bersama istri dan rombongannya mendatangi satu per satu pedagang.
Mulai dari beras, jamu, sayur-sayuran, hingga tukang sol sepatu. Sandi yang saat itu tengah berbincang dengan tukang sol sepatu, Sandi Uno berjongkok, dan meminta maaf kepada tukang sol sepatu tersebut.
Adanya sebuah tiang dekat dengan pijakan Sandi Uno, membuat sejumlah awak media kesulitan mengabadikan gambar kegiatan Sandi Uno lewat jepretannya
Mereka pun meminta Sandi untuk berpindah posisi. Sandi pum bangkit untuk bergeser beberapa sentimeter dari posisinya semula.
“Permisi, maaf ya, Pak. Mau pencitraan sedikit ya, Pak,” ujar dia sembari tertawa.
“Semoga makin banyak nge sol sepatu ya pak,” ucap Sandiaga lagi ke tukang sol yang tersenyum malu tersebut.
khas sekali candan Pak Sandi uno ini, membuat masyarakat dapat merasakan aura positif nya dengan berinteraksi yang ringan. dengan membaca ini mudah-mudahan dapat menarik simpati pembaca. kalau ada yang santun dan baik kenpa tidak.
Sumber

Sabtu, 30 April 2016

serius dalam pilgub, Sandi Uno dengar Nasehat Prabowo Untuk dekat dengan rakyat.

DPD Partai Gerinda telah mengumumkan tiga nama yang akan dipilih sebagai calon gubernur yang diusung partai berlambang burung garuda. Satu di antaranya yakni Sandiaga Uno.

Disandingkan dengan Pengacara Yusril Ihza Mahendra dan Pangdam Jaya Mayjen (Purn) Sjafrie Sjamsoedin, Sandi begitu dia disapa tetap optimis dipilih Prabowo Subianto.

"Harus optimistis dipilih. Ikhlas kalau belum terpilih," ucap Sandi di sela-sela kunjungannya ke bazar Pasar Garuda di kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4).

Sandi menilai Prabowo sosok nasionalis yang dekat dengan rakyat. Sama seperti dirinya yang kian mendekatkan diri dengan rakyat untuk mendengar keinginan masyarakat.

"Pak Prabowo orangnya nasionalis, jadi kalau dilihat paling dekat dengan rakyat, menggunakan insting politiknya untuk dekat dengan rakyat," kata Sandi memuji Prabowo.

Sandi juga mengaku mendapat dukungan secara khusus dan sempat mendapatkan ucapan selamat saat namanya masuk dalam tiga besar di Gerindra.

"Beliau memberikan semangat motivasi. Memberikan selamat dulu congratulation katanya. Tapi ini baru perjalanan awal jadi masih jadi motivasi buat saya," ungkap Sandi.

Tak hanya itu, Sandi juga mengaku mendapat beberapa wejangan dari pendiri partai Gerindra.

"Fokus di kegiatan jangan pernah kerja enggak tuntas dan selalu ikhlas itu pesan beliau. Jangan karena ada tiga terus memukul, all out. Kamu yang muda jadi punya stamina paling kuat. Ditingkatkan dari 5 pertemuan ke 8 pertemuan dari pagi sampai malam," tutur Sandi menirukan ucapan Prabowo.
sumber