Tampilkan postingan dengan label #solusi #nyata #konkret #modal #rakyat #kemiskinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #solusi #nyata #konkret #modal #rakyat #kemiskinan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2016

Kenapa Sandi Uno? Yuk Kita Baca Yang satu Ini

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim telah didukung 50% warga Jakarta. Data itu merupakan survei bersama tim suksesnya, selama periode bulan Februari sampai Mei.


Pria yang akrab disapa Sandi Uno itu mengklaim popularitasnya semakin meningkat dalam waktu tiga bulan terakhir, sebesar 64%. Hal itu lantaran ia rajin blusukan ke 105 kelurahan di Jakarta.

"Masyarakat yang kenal Sandi Uno merasa pantas bahwa ia layak memimpin Jakarta. Dukungan dan kantung suara lebih dari 50%," kata Sandi Uno dalam acara buka puasa bersama media di Bakoel Coffe, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2016).
SANDI UNO


Menurut Sandi Politikus Muda Indonesia, selama ini dirinya dikenal masyarakat Jakarta hanya sebagai sosok yang rendah hati dan dapat dipercaya. Namun, kedepannya ia akan membuktikan kepada masyarakat Jakarta, bahwa ia memiliki kompetensi untuk memimpin Jakarta.


"Enam bulan ke depan saya harus bekerja keras meyakinkan warga Jakarta. Saya akan lebih banyak mengunjungi wilayah Jakarta Barat dan Selatan, selama ini sebarannya hanya di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat," jelas Sandiaga.

Untuk menarik hati warga Jakarta, ia mengatakan akan meniru metode blusukan ala Presiden Joko Widodo. Pasalnya, dari rilis survei internalnya 81,4% warga Jakarta lebih menyukai pemimpin yang suka blusukan.

Terbukti metode blusukan yang ia terapkan dalam beberapa bulan terakhir, berhasil mendongkrak elektabilitasnya. "Survei Mei elektabilitas mencapai 7%. Dan bulan Juni elektabilitas sudah mencapai 12%," jelas Sandi. hal ini pun diperkuat oleh hasil salah satu lembaga survey swasta lokal, berikut penjelasannya:
SANDI UNO


Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam public expose hasil poling 

SPIN menyatakan, lembaganya menggelar riset telepolling tentang kandidat yang menyatakan minat dan niatnya maju di Pilgub DKI Jakarta 2017. Hasilnya, pejawat (incumbent) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungguli calon lainnya (34,1 persen).
Lalu, disusul Sandiaga Uno (15,2 persen), Yusril Ihza Mahendra (14,7 persen), Adhyaksa Dault (11,2 persen), Abraham Lunggana (10,7 persen), dan Sjafrie Sjamsoeddin (9,5 persen). "Riset telepolling ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur yang paling populer dan cocok memimpin Jakarta 2017," kata Igor dalam siaran, Selasa (21/6).
Riset dilaksanakan tanggal 10-15 Juni 2016 dengan mengambil 500 responden pengguna telepon di lima wilayah DKI Jakarta, minus Kepulauan Seribu secara acak dari buku telepon PT Telkom. Adapun tingkat kesalahan plus minus 4,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Menurut Igor, ada temuan menarik dalam riset SPIN kali ini, yaitu popularitas Sandiaga Uno merangkak naik signifikan. Itu lantaran pengusaha muda sukses tersebut gencar bersosialisasi mengunjungi berbagai lapisan masyarakat di Jakarta. "Warga Jakarta semakin mengenal sosok Sandi Uno," kata Igor.
SANDI UNO

#TuntasIkhlas #PilihYangBaik #DemokrasiSejuk #CalonGubenurDKIJAKARTA #PolikusMudaIndonesia

Selasa, 21 Juni 2016

Popularitas Sandiaga Uno Politikus Muda Indonesia Kejar Ahok

Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam public expose hasil poling menyatakan, lembaganya menggelar riset telepolling tentang kandidat yang menyatakan minat dan niatnya maju di Pilgub DKI Jakarta 2017. Hasilnya, pejawat (incumbent) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungguli calon lainnya (34,1 persen).

Lalu, disusul Sandiaga Uno (15,2 persen), Yusril Ihza Mahendra (14,7 persen), Adhyaksa Dault (11,2 persen), Abraham Lunggana (10,7 persen), dan Sjafrie Sjamsoeddin (9,5 persen). "Riset telepolling ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur yang paling populer dan cocok memimpin Jakarta 2017," kata Igor dalam siaran, Selasa (21/6).

Riset dilaksanakan tanggal 10-15 Juni 2016 dengan mengambil 500 responden pengguna telepon di lima wilayah DKI Jakarta, minus Kepulauan Seribu secara acak dari buku telepon PT Telkom. Adapun tingkat kesalahan plus minus 4,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
SANDI UNO

Menurut Igor, ada temuan menarik dalam riset SPIN kali ini, yaitu popularitas Sandiaga Uno merangkak naik signifikan. Itu lantaran pengusaha muda sukses tersebut gencar bersosialisasi mengunjungi berbagai lapisan masyarakat di Jakarta. "Warga Jakarta semakin mengenal sosok Sandi Uno," kata Igor.

Dosen FISIP Universitas Jayabaya itu kemudian menjelaskan argumentasi publik soal meningkatnya popularitas Sandiaga Uno ini. Pertama, Sandi Uno adalah calon gubernur DKI 2017 yang paling rajinblusukan menjumpai warga DKI dari berbagai strata sosial, terutama menengah ke bawah dan pinggiran.

Selama lebih dari tiga bulan ini, Sandi Uno sudah mengunjungi lebih dari 105 kelurahan yang ada di Jakarta. "Keseriusan yang dibuktikan dengan kerja nyata adalah poin penting yang dilihat penduduk Jakarta. Peningkatan popularitas dan elektabilitas Sandi Uno berjalan seiring dengan semakin dikenal publik DKI," kata Igor.

Kedua, Sandi Uno juga giat menjalin komunikasi dengan partai politik. Bahkan Sandi juga mau mengikuti penjaringan (fit & proper test) parpol di luar Gerindra, seperti PDIP, Demokrat, PKB, PKS, PAN, dan PPP. "Ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai kandidat. Loyalitasnya tidak diragukan lagi. Jakarta membutuhkan pemimpin baru yang setia menuntaskan masa jabatannya sebagai Gubernur selama lima tahun," katanya.


Ketiga, calon yang menarik secara fisik bisa memperoleh suara tiga kali lebih banyak daripada sebaliknya, terutama dari segmen pemilih pemula dan perempuan. Karena kesan pertama yang bermula dari penampilan fisik seseorang biasanya sulit tergoyahkan. "Di antara kandidat lainnya, Sandi Uno paling muda dan good looking," ujarnya.
SUMBER

Kamis, 09 Juni 2016

3 Masalah Pokok yang disoroti Sandi Uno

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno, mengakui menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah tugas yang sangat berat. Menurut pemetaan yang telah dilakukan dirinya, dua permasalahan mendasar di ibukota adalah ketersediaan lapangan pekerjaan dan melambungnya harga bahan-bahan pokok, dan masalah keamanan.
“Pemetaan permasalahan pokok Jakarta itu sudah kami lakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan sebagainya,” kata Sandiaga dalam wawancara khusus dengan Suara.com, Selasa (7/6/2016).
Sandiaga merasa optimis dirinya bisa menyelesaikan dua masalah pokok itu. Ia telah memiliki konsep untuk membantu peningkatan penyediaan lapangan kerja serta menurunkan harga bahan pokok. “Sangat miris melihat persoalan harga bahan pokok kita yang begitu tinggi dibanding negara tetangga. Padahal tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia masih dibawah negara tetangga. Ini bisa menjadi masalah sosial jika tidak lekas diselesaikan,” ujar Sandiaga.
SANDI UNO

Sandiaga juga menyoroti masalah keamanan di Jakarta. Menurutnya, kini Jakarta di posisi papan bawah dari 60 kota hasil survey Economic Intelegence Units dari segi keamanan. “Ini adalah PR besar buat kita. Kita harus segera melakukan terobosan agar warga Jakarta merasa aman tinggal di Jakarta. Saat ini keamanan terhadap perempuan dan Jakarta sangat memprihatinkan,” tambah Sandiaga.
Selain tiga masalah itu, Jakarta juga masih didera banyak persoalan klasik. Masalah kemacetan di Jakarta, diakui Sandiaga juga semakin memburuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini menggadang-gadang telah mampu mengatasi banjir, ternyata baru saja beberapa hari lalu terjadi peristiwa banjir dikawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara. “Mungkin semua bukan salah Gubernur Ahok. Tetapi itu membuktikan bahwa pemerintahan DKI yang ada saat ini belum bisa merealisasikan janji-janjinya selama ini,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif tersebut.


Selasa, 07 Juni 2016

Sandi Uno: Mengenai Banjir Rob, harus belajar dari Amsterdam.

Pasangnya air laut mengakibatkan jebolnya tanggul di wilayah Utara Jakarta hingga membuat sejumlah wilayah di daerah tersebut terendam banjir sejak Minggu, 5 Juni 2016.
‎Menanggapi hal tersebut, bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seharusnya dapat mencontoh negara lain yang mampu mengatasi permasalahan yang sama.
‎"Pembangunan tanggul yang saat ini tidak kuat untuk menampung air. Jadi kita perlu belajar dari negara besar lain yang menghadapi masalah yang sama, seperti Amsterdam contohnya," ujar Sandiaga ditemui di kawasan Kemayoran Timur II, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
SANDI UNO

Sandi—sapaan akrab Sandiaga Uno—melihat hal tersebut perlu segera dilakukan agar ke depannya tidak terjadi hal yang serupa.

"Saya lihat di wilayah pesisir ini, kita perlu mencontoh seperti Amsterdam, di mana bisa mengatasi masalah pasang surutnya air ini tanpa adanya banjir Rob khususnya masyarakat yang ada di pesisir," tandasnya.

Senin, 06 Juni 2016

Sandi Uno: Pembangunan Pasar Priaman harus Kompak

Kota Pariaman dikunjungi oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sandiaga Uno, sabtu (4/6) di Pasar Pariaman.

Menurut Sandi, Pasar pariaman perlu dibenahi karena kondisi pisiknya yang sudah tua, dan perlu disesuaikan dengan konsep pasar yang sejalan dengan konsep pariwisata.

“Saya acungkan jempol dengan Pemerintah Kota Pariaman, yang menjadikan pasar tradisional sebagai program prioritas, dan mari kita tingkatkan sinergitas pemko dengan Asosiasi pedagang agar pasar menjadi lebih baik”, Ungkapnya.

Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar yang langsung mendampingi Sandiaga Uno mengatakan bahwa Pembangunan pasar pariaman sudah dilakukan sosialisasi pada pedagang, dan saat sekarang masih pro dan kontra karena ada pihak-pihak tertentu yang mempengaruhi pedagang agar program ini gagal dan wakil walikota berharap agar Pedagang dan pemilik melalui Asosiasi berembuk dan menyampaikan ke Pemerintah Daerah agar Pasar ini cepat dibangun.
 
Sandi Uno
” saya harapkan pedagang memahami pentingnya pembangunan pasar pariaman yang sudah tua, Pemerintah Kota akan membangun kalau pedagang sudah kompak”, Ujar Genius didepan ketua Asosiasi pedagang pasar, sandiaga uno.

Berdasarkan kajian dari Dinas Koperasi, Industri dan perdagangan (Koperindag), kondisi pasar pariaman sudah tidak layak untuk digunakan, bangunan sudah tua (lebih 20 th), pernah di goncang gempa tahun 2009 dan bangunan sebagian besar sudah rusak berat dan sedang bahkan ada yang sudah runtuh.

Ditempat terpisah Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, mengungkapkan bahwa Pedagang Pasar Pariaman bila tidak ingin berubah akan kalah dengan pasar kurai taji, yang lebih tertib, nyaman dan sehat. Pembangunan pasar kurai taji tetap dilanjutkan sebagai pasar yang representatif di Kota Pariaman.

Kedatangan Sandiaga Uno yang merupakan calon kuat penantang ahok pada pilkada DKI Jakarta 2017 ini, disambut antusias oleh para pedagang pasar pariaman, dan sekaligus memberikan dukungan moril untuk Pilkada DKI, karena 30 % penduduk DKI berasal dari orang minang.

Setelah mengunjungi pasar, Sandiaga Uno berkunjung ke kantor Asosiasi Pedagang Pasar Pariaman, pantai gandoriah dan penangkaran penyu.


Kegiatan ini didampingi oleh Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar, Ketua Kadin Kota Pariaman, Bgd. Jamohor, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Jhon Edwar, anggota DPRD dari partai gerindra, Fitri Nora dan Hamdani Kepala Dinas Koperindag Pariaman, Gusniyeti zaunit, Kepala SKPD dan wartawan yang meliput. (Y)

Jumat, 03 Juni 2016

Diskusi Rakyat Solutif: Sandi Uno Dengan Tukang Becak

Sejumlah  tukang becak mencurahkan hatinya (curhat) ke bakal calon gubernur Sandiaga Uno yang kerap dikejar-kejar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat sedang mengantarkan penumang di jalan-jalan kecil yang berada di dekat pasar tradisional.
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra dalam Pilkada 2017, Sandiaga Salahudin Uno yang mendatangi perkampungan padat penduduk di Jalan Budi Mulia, Gang E3, RT04/RW10‎, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Jumat (3/6).
Salah satu istri dari pengemudi becak, Rini (29) warga RT03/RW10, Kelurahan Pademangan Barat, mengatakan becak suaminya seringkali di 'garuk' oleh anggota Satpol PP yang sering melakukan razia di jalan-jalan kecil dekat pasar.
"Becak suami saya hampir mau kena garuk oleh anggota Satpol PP, padahal suami saya hanya menarik becak di gang-gang kecil saja bukan di jalan besar," ujar Rini, Jumat (3/6) siang di lokasi.
Ia mengaku merasa sedih dengan perlakuan Satpol PP yang se-enaknya saja menggaruk becak para penarik becak yang memang hanya mengandakan nafkah satu-satunya ‎dari mata pencaharian menjadi tukang becak dengan penghasilan hanya Rp 50 ribu setiap harinya.
Nasib berbeda terjadi pada‎ Agus Setiawan‎ (27), RT03/RW08, Kelurahan Pademangan Barat yang mengaku becaknya sudah disita oleh anggota Satpol PP ketika ia sedang mencari calon penumpang di Pasar Jalan Hidup Baru.
"Padahal saat itu saya sudah bilang ke pak Satpol PP kalau saya itu gak pernah sekalipun lewat di Jalan raya ataupun markirin di becak di bahu jalan, tapi tetap saja becak saya diambil paksa," kata Agus‎.
Sandi Uno

Ia mengaku kecewa dengan sikap arogan para Satpol PP yang hanya mengambil becak-nya tanpa memberikan solusi untuk memberikan pekerjaan baginya bila tidak lagi memiliki becak yang memang sudah 15 tahun terakhir menjadi sumber mata pencahariannya.
Hal serupa juga diungkapkan Mulyadi (47), warga RT04/RW02 Kelurahan Pademangan Barat yang mengaku nyaris terlibat baku hantam dengan Satpol PP yang tiba-tiba mengepung dirinya ketika ia hendak kembali ke rumah pada tengah hari untuk beristirahat.
Menanggapi persoalan dan keluhan warga tersebut, Sandiaga Uno, mengatakan becak memang sudah tidak boleh lagi dijadikan sebagai alat transportasi umum dan berkeliaran di jalanan ibukota.
"‎Saya sudah tanya kepada mereka apakah mereka mau bekerja di bidang pekerjaan lain bila ada lapangan pekerjaan, dan mereka bilang mau, jadi ini persoalannya bukan karena mereka kekeh ingin menjadi tukang becak, tapi saat ini mereka belum menemukan lapangan pekerjaan lain yang mampu mereka kerjakan," kata Sandiaga Uno.
Namun demikian, meski memang dilarang operasionalnya sebagai alat transportasi umum, Sandiaga Uno melihat becak masih bisa digunakan sebagai sarana pariwisata bagi warga Jakarta terutama di daerah-daerah destinasi wisata kota.
Sumber

Senin, 23 Mei 2016

Terkejut, Sandi Uno Dapat Gelar Pendekar.

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mendapat gelar pendekar kehormatan dari guru besar silat lipet khas Betawi, Sanusi. Dengan pemberian gelar itu, ia berharap, Sandiaga Uno dapat ikut melestarikan budaya Betawi, salah satunya silat, yang menurut dia sudah terkikis kemajuan zaman.
 
SANDI UNO
"Karena Pak Sandi ini akan mencalonkan jadi gubernur. Apabila menjadi gubernur, mudah-mudahan dia akan mengamalkan silat kita. Kami percaya Pak Uno akan mengamankan budaya Betawi. Saya percaya (kepada) dia," ujar Sanusi di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Ahad, 22 Mei 2016.

Sandi mengaku pernah memiliki pengalaman soal seni bela diri semacam silat, yakni karate. Ketika itu, ia sempat mengikuti jambore bela diri dan bertemu dengan teman-temannya yang aktif belajar silat. Namun, saat memperoleh sabuk cokelat, ia beralih menggeluti olahraga renang.


Saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI, ia kembali mempelajari kesenian asli Betawi itu. "Baru akhir-akhir ini, semenjak mulai proses (pencalonan gubernur) di DKI, mulai kenal lagi sama seniman DKI, sama silat. Di DKI kan banyak seniman, di Cipete, Kemayoran juga ada. Makanya kalau enggak hati-hati, akan termakan zaman," ujar politikus Gerindra itu.
#tuntasikhlas #demokrasisejuk

Sumber

Rabu, 18 Mei 2016

Sandiaga Uno, turut memukul perkusi dari kelompok perkusi warga yang menyambut kedatangannya di Tebet.


Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pada Rabu sore memenuhi undangan warga RW 001 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut Sandi menegaskan kembali dua permasalahan utama yang masih mendera Jakarta, yakni ketersediaan lapangan kerja dan tingginya harga kebutuhan pokok.

"Itu yang banyak saya dengan dari tiap pertemuan dengan warga. Untuk lapangan kerja, saya punya latar belakang pengusaha jadi berpengalaman untuk menciptakan lapangan kerja," kata Sandi di hadapan warga.

Selain menyoroti dua masalah tersebut, Sandi juga menemui kenyataan bahwa berbagai langkah pembangunan yang ditempuh DKI Jakarta selama ini sebagian besar masih belum berpihak kepada rakyat kecil.

"Lebih berpihak pada yang punya uang. Walaupun saya datang dari kelompok elit, saya ingin turun supaya bisa menciptakan Jakarta yang lebih baik pada 2017 nanti," kata Sandi.

Sandi berkeliling di rumah-rumah warga RW 001 untuk menyapa sembari memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya maju mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta.

Sembari berkenalan, Sandi juga membagikan lembar aspirasi dan usulan yang nantinya akan dikumpulkan tim relawannya untuk mengetahui apa-apa saja permasalahan yang dihadapi warga.

"Itu ikhtiar kami menangkap aspirasi dan usulan masyarakat akan apa yang mereka inginkan buat Jakarta ke depannya. Itu jadi bentuk interaksi nyata kami supaya kunjungan begini bukan cuma acara 'selfie-selfie' semata," kata pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Dua masalah yang disebutkan sebelumnya termasuk masalah-masalah utama yang dia temui dari lembar aspirasi tersebut, selain mengenai kepastian lahan tinggal alias penggusuran.

"Karena saya banyak menyapa ke daerah padat penduduk yang boleh dibilang strata ekonominya menengah ke bawah, yang nomor satu di lembar aspirasi itu masih soal kepastian lahan hidup mereka khawatir digusur," ujarnya.

Meski berstatus Dewan Pembina Gerindra, Sandi sudah aktif mengikuti penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta di beberapa partai lain termasuk PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat.
#tuntasikhlas #demokrasisejuk

Selasa, 17 Mei 2016

Sandi Uno mewakili suara rakyat kecil: PKL (pedagang kaki lima)


Dewan Pelindung Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Sandiaga Uno membawa sejumlah PKL bertemu dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin untuk meminta penataan PKL di sejumlah kawasan industri.

"Salah satu yang kita gagas adalah program pemberdayaan usaha mikro khususnya kaki lima di kawasan industri. Pertama di Pulo Gadung, ada 1.200 PKL yang perlu ditata," kata Sandiaga di Jakarta, Selasa.

Menurut Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta ini, program tersebut merupakan dukungan terhadap pemberdayaan PKL yang menjadi salah satu pendorong perekonomian.



Sandi menambahkan, dengan adanya pembinaan dan penataan dari pihak pemerintah, 25 juta PKL di Indonesia diyakini mampu meningkatkan kualitas produk maupun pelayanannya.

Ketua Umum APKLI Ali Mahsun menyampaikan, pembinaan dan penataan tersebut diperlukan, terlebih di era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan perdagangan bebas.

"Dengan adanya pembinaan, kami bisa menghadapi MEA dan perdagangan bebas lainnya. Jadi, ini betul-betul kami butuhnya," tukasnya.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil Menengah Kemenperin Euis Saedah menyampaikan, Kemenperin menyadari bahwa PKL merupakan pelaku ekonomi kerakyatan yang perlu dibina.

Untuk itu, Kemenperin akan mencari cara agar PKL bisa diberdayakan di kawasan industri, kendati tidak berkaitan langsung dengan industri yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Sementara ini akan dibahas bagaimana penyelesaian dan sarana pendukung. Karena PKL ini sifatnya umum dan tidak berkaitan dengan industri besar di kawasan," ujarnya.


Semoga bacaan ini bermanfaat kita semua, saya hanya sebagai penghantar saja. #tuntasikhlas #demokrasisejuk

Sumber

Jumat, 13 Mei 2016

Kritik Membangun dari Sandi Uno Untuk Pemerintahan Ahok

Kandidat Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengungkapkan ada beberapa hal kinerja pemerintahan Provinsi DKI yang tidak optimal di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Beberapa sektor yang belum optimal itu adalah penyediaan lapangan kerja, penuntasan masalah kemacetan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Saya lihat sendiri kinerja pemerintah dan banyak mendengar keluhan warga. Hal-hal itu yang banyak disampaikan," ujar Sandi di sela-sela kegiatan perkenalan dirinya dengan para pedagang Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu, 14 Mei 2016.
Di bidang ekonomi, Sandi, yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha, melihat kepemimpinan Ahok di Jakarta belum menunjukkan kemampuan menekan harga barang-barang pokok.
"Masyarakat masih melihat harga bahan pokok tinggi. Ini bukti kinerja pemerintah belum menyentuh akar masalah," ujar Sandi.


Sandi berpandangan, banyaknya keluhan warga yang ia terima adalah sinyal warga Jakarta mendambakan seorang Gubernur baru. Sandi, yang lahir di Rumbai, Pekanbaru, pada 46 tahun yang lalu, mengaku berniat menerapkan prinsip yang dipakainya, yang membuatnya menjadi pengusaha sukses selama lebih dari 20 tahun. Prinsip itu adalah 'kerja cerdas dan kerja tuntas'.
Sandi telah mendaftarkan diri dalam penjaringan kandidat Gubernur DKI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia mengaku berencana mendekati partai-partai politik lain agar bisa dipilih sebagai kandidat gubernur yang diusung.
"Saya sedang berusaha melakukan konsolidasi dengan rakyat untuk menghadirkan pemimpin baru bagi Jakarta," ujar Sandi.
Sebagai masyarakat sipil mengkritik merupakan bagian dari komunikasi politik yang efektif. kritik yang bersifat membangun anatara masyarakat dengan pemerintah adalah dengan Harapan agar terciptanya kehidupan yang yang sejahtera adil dan makmur. Keseimbangan suatu pemerintahan terletak di komunikasinya, bila hal itu terjadi maka kerja dari wakil rakyat itu akan lebih mudah di control dengan ke transparansinya.
Sandni Uno melakaukan hal yang sangat tepat, selain ia sedang menaikan popularitasnjya beliau juga meyerap aspirasi massyarakat dengan tujuan dapat menyampaikan kepada Pemerintah di DKI Jakarta khususnya. Bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini mengaplikasiakan komunikasi politik yang efektif melalui kritikannya agar hubungan antara masyarakat dan pemerintah harmonis.


#tuntasikhlas #demokrasisejuk

Kamis, 12 Mei 2016

Sandi Uno semakin optimis : saya siap Melanjutkan program Ahok

Sandi Uno mendengar apresiasi Rakyat
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno siap melanjutkan program Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama. Hal itu diungkapkan Sandiaga saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di PDI Perjuangan.
 
"Perlu kita apresiasi proses (seleksi) di PDIP Perjuangan. Cukup panjang ya. Saya rasa ini diperlukan oleh setiap calon pemimpin, punya pemahaman yang dalam (tentang) persoalan Jakarta yang kompleks," kata Sandiaga di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016).
 
Di sela-sela wawancara itu, Sandi mengapresiasi kebijakan atau terobosan yang dilakukan Ahok. Sandi menegaskan akan melanjutkan program Ahok, jika terpilih sebagai orang nomor satu di Ibu Kota.
 
"Pandangan saya terkait program-program di Jakarta yang bagus seperti program-program pendidikan, kesehatan justru harus ditingkatkan," ucap Sandi.
 
Sandi bertekad akan melanggengkan program yang dianggap positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat Ibu Kota tersebut. Sandi tidak ingin dipersepsikan, ganti gubernur, ganti kebijakan.
 
"Kalau bagus, ya bilang bagus. Kalau jelek, seperti penggusuran yang tidak melakukan sosialisasi, ya harus kita ganti," tegas dia.
 
Sandi sangat setuju dengan PDI Perjuangan yang selalu menggelorakan kepedulian terhadap wong cilik. Maka dari itu, selain mengembangkan ekonomi kerakyatan, Sandi tidak ingin apa pun programnya, khususnya terkait pembangunan, menyakiti wong cilik.

wah kalo beliau sudah semakin yakin seperti ini apakah yakin memang? mari kita percayakan hasilnya kepada rakyat DKI Jakarta, sejauh ini sekitar hampir 3 bulan Sandi Uno sudah sangat fokus mengenalkan diri kepada masyarakat. walau diterpa berita - berita miring, Salah satu mantan direktur perusahaan Saratoga ini tetap semangat dan menebear senyum serta menyampaikan aspirasi-aspirasi rakyat kepada pemerintah.

#tuntasikhlas #demokrasisejuk #SandiUnoforDKI 

Sumber

Selasa, 10 Mei 2016

Lucu, Sandi Uno deg-degan saat ingin mengikuti fit and proper test

Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Sandiaga Uno yang berniat menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rabu (11/5/2016) pagi. kegiatannya pagi ini tak lain dan tak bukan untuk kepentingan pencalonannya dalam Pilgub DKI 2107.

SANDI UNO


Kedatangan Sandiaga untuk mengikuti fit and proper test yang digelar DPP PDI-P. Fit and proper test yang disebut diikuti 34 peserta itu sebagai kelanjutan dari pendaftaran sebagai bakal calon gubernur dari PDI-P. Sandiaga yang tiba sekitar pukul 09.00 itu mengaku sudah mempersiapkan diri mengikuti fit and proper test ini dengan membaca buku.

"Baca-baca banyak, terus deg-degan kayak ujian, bismillah aja," kata Sandiaga di DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu pagi.
Sandiaga berharap fit and proper test yang diikuti dapat berjalan lancar.
"Ini bentuk tindak lanjut pendaftaran yang kami lakukan di DPD DKI beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Beberapa calon terlihat mulai datang menyusul, seperti politisi PPP Abraham "Lulung" Lunggana dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra. Keduanya juga berniat menjadi bakal calon gubernur DKI, yang mendaftar pula melalui PDI-P. 

Sumber

Senin, 09 Mei 2016

Sandi Uno dengar Pemberitaan politik PDI-P dengan GERINDRA : Bagi saya penting dapat membawa kesejahteraan warga Jakarta

Sandiaga Uno salah satu cagub DKI Jakarta atau yang lebih akrab dipanggil dengan nama Sandi Uno, menanggapi sinyal-sinyal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kabarnya akan bersatu dengan Gerindra dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 mendatang.
Sandi mengatakan hal ini merupakan suatu komunikasi politik yang harus dijalankan setiap partai. “Ini bentuk komunikasi politik dan kode keras. Hasil komunikasi politik yang membawa saya ikut dalam proses penjaringan di PDIP. Ini lanjutan jahitan untuk membangun Jakarta lebih baik,” kata Sandi di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu kemarin (8/5).


menanggapi pertanyaan Gerindra dan PDIP bersatu? Bagi Sandi yang penting dapat membawa kesejahteraan bagi warga Jakarta.
"Hampir tiga bulan saya turun ke masyarakat bawah, mendengarkan keluhan mereka. Misalnya harga sembako yang melambung tinggi," ujarnya.
Lantas perihal Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang diisukan akan diusung jadi bakal calon orang nomor satu di Jakarta oleh PDIP, bergeserkah Sandi menjadi cawagub?
"Nanti mekanisme partai yang akan berbicara," ucapnya tersenyum.


Selasa, 03 Mei 2016

Becandaan Ala - Ala Sandi Uno, Mulai dari Tukang Jamu, Beras sampai Tukang Sol Tertawa.

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menyambangi permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (1/5) pagi kemarin. Pria yang akrab disapa ini Sandi mengawali kunjungannya ke pasar tradisional di lokasi tersebut. Didampingi istrinya, Sandi berjalan kaki dan mendatangi satu per satu pedagang, dari mulai pedagang beras, jamu, hingga tukang sol sepatu.

Pada setiap pedagang yang ia temui, Sandi menanyakan berbagai hal seputar perkembangan usaha mereka.  Bahkan saat berbincang dengan tukang sol sepatu, Sandi berjongkok di dekat sebuah tiang. Uniknya, keberadaan tiang ini rupanya menyulitkan para fotografer dan kameraman yang hendak mengabadikan momen tersebut. Mereka pun meminta Sandi untuk berpindah posisi. Sandi kemudian bangkit untuk bergeser sambil meminta maaf kepada tukang sol sepatu yang sempat diajaknya berbicara.  “Permisi, maaf ya, Pak. Mau pencitraan sedikit ya, Pak,” kelakarnya sambil tertawa.
Di sana, Sandi rencananya akan mengadakan dialog dengan warga setempat. Masyarakat Kebon Pala sangat antusias menyambut pengusaha muda tersebut, terutama kalangan ibu-ibu. “Ganteng ya orangnya,” ujar salah satu ibu sambil tak lupa mengabadikan Sandi di kamera ponselnya. (zz)

Senin, 02 Mei 2016

Mengapa Elektabilitas Sandi Uno Meningkat? ini Penjelasannya.

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengalami kenaikan elektabilitas dan popularitas berdasarkan hasil survei. Sandiaga yang disebut akan diusung oleh Partai Gerindra mencapai prosentase sebesar 21% mengungguli Yusril Ihza Mahendra (12%), Ridwan Kamil (10%) dan Tri Rismaharini (6%).
Meski Bacagub Petahana Basuki T. Purnama atau Ahok masih kokoh di puncak survei dengan perolehan 46%, Sandiaga justru menjadi prioritas pilihan utama responden tertinggi dengan capaian 72%, jauh meninggalkan Ahok yang hanya meraih 30%.
SANDI UNO
Koordinator Sahabat Sandiaga Uno, Anggawira, menyebut bahwa pergerakan popularitas Sandiaga memang menguat dan patut diapresiasi. Hal itu disebabkan karena figur Sandiaga yang merakyat. Di lain kesempatan, juru bicara Sahabat Sandiaga Uno, Anthony Leong menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan bahwa Sandiaga telah menjadi pesaing terbaik di pilgub 2017 mendatang. “Hasil survei tersebut menggambarkan bahwa kalangan masyarakat menengah ke bawah sudah cukup mengenal dan mempercayai serta semakin dekat dengan Bang Sandi, ini berkat adanya perjuangan semua elemen yang mendukung Bang Sandi,” ujarnya.
Survei yang dilakukan pada akhir Maret lalu membidik masyarakat kalangan menengah bawah (grassroots people) sebanyak 1000 responden random di seluruh Jakarta. Metode yang digunakan adalah Social Economic Status SES yang respondennya wajib memiliki KTP dan memiliki hak pilih.

Keakraban dan candaan Sandi Uno dan Istri saat kunjungan ke Pasar Jati Negara

Calon Gubernur DKI Jakarta Periode 2017, Sandiaga Salahuddin Uno atau akrab disapa Sandi Uno, menyambangi pemukiman padat penduduk yakni Kebon Pala I, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (1/5/2016).
Kedatangan Sandi Uno bersama istri tercintanya, Nur Asia, membuat warga mencurahkan kekesalannya terhadap sikap dan tindakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selama menjabat Gubernur DKI Jakarta.
“Pak Sandi Uno kalau dipilih kayak si sipit (Ahok) enggak tuh? Ntar bapak kayak Ahok lagi main gusur-gusur dong pak. Kita butuh tempat tinggal pak. Warga miskin kita mah,” ucap salah seorang warga di Kebon Pala I RW 07, Kampung Melayu.
Sandi Uni nampak khidmat mendengar keluhan-keluhan warga Kebon Pala, terhadap Ahok yang dinilai pemimpin kejam. Istri Uno pun yang mendengar keluhan itu langung memeluk dan menyabarkan wanita berdaster oranye tersebut.
“Sabar ya bu ya. Makanya doakan suami saya ya bu. Kalau bapak (Sandi Uno), Insya Allah warga Jakarta tak merasakan seperti itu. Mohon doa restu dan dukungannya ibu,” kata Nur Asia.
Sandi Uno pun turut berjanji kepada warga untuk tidak akan dilakukan penggusuran yang kini masih dinilai warga semena-mena. Sandi Uno pun yakin, dirinya tak seperti apa yang dipikirkan warga Kebon Pala.
“Enggak kok bu. Saya enggak suka gusur menggusur. Saya lebih suka menata ekonomi warga Jakarta agar lebih sejahtera,” kata Uno di sebuah gang sempit dan dikerubungi warga.

Sandi pun kembali berjalan dan berkeliling, serta menyapa warga lainnya. Sandi yang berjalan kaki bersama istri dan rombongannya mendatangi satu per satu pedagang.
Mulai dari beras, jamu, sayur-sayuran, hingga tukang sol sepatu. Sandi yang saat itu tengah berbincang dengan tukang sol sepatu, Sandi Uno berjongkok, dan meminta maaf kepada tukang sol sepatu tersebut.
Adanya sebuah tiang dekat dengan pijakan Sandi Uno, membuat sejumlah awak media kesulitan mengabadikan gambar kegiatan Sandi Uno lewat jepretannya
Mereka pun meminta Sandi untuk berpindah posisi. Sandi pum bangkit untuk bergeser beberapa sentimeter dari posisinya semula.
“Permisi, maaf ya, Pak. Mau pencitraan sedikit ya, Pak,” ujar dia sembari tertawa.
“Semoga makin banyak nge sol sepatu ya pak,” ucap Sandiaga lagi ke tukang sol yang tersenyum malu tersebut.
khas sekali candan Pak Sandi uno ini, membuat masyarakat dapat merasakan aura positif nya dengan berinteraksi yang ringan. dengan membaca ini mudah-mudahan dapat menarik simpati pembaca. kalau ada yang santun dan baik kenpa tidak.
Sumber

Cerdas, Sandi Uno Ajak Umat muslim Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) turut memfokuskan aspek ekonomi umat Islam. Pasalnya, ekonomi umat selama ini belum bisa dimaksimalkan dengan baik.
SANDIAGA UNO SOBAT SANDI 20160316 (1)
SANDI UNO

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, turut menjadi pembicara dalam rapat kerja nasional IPHI. Dalam kesempatan itu dia menekankan, umat Muslim harus bisa bersatu membangkitkan ekonomi kerakyatan, demi mampu mewujudkan cita-cita UUD 45 memakmurkan umat. "Lewat ekonomi kerakyatan, kita harus berhasil mempersatukan umat Islam menjadi maju, bermoral dan mandiri," kata Sandiaga, Sabtu (30/4).
Ia mengingatkan perekonomian umat sudah berada di lampu kuning menuju merah, lantaran hingga kini belum berhasil memakmurkan perekonomian umat. Maka itu, Sandiaga menilai perlu ada langkah tepat dalam memberdayakan kemampuan yang dimiliki, termasuk mengelola dana haji yang selama ini belum dimaksimalkan.
Dana haji sebesar sekitar Rp 80 triliun Sandiaga mengatakan merupakan dana umat yang harus bisa dikelola secara profesional, lewat mobilisasi dan maksimalisasi usaha. Ia pun berharap ada dorongan investasi kepada umat Islam, dan harus mampu menjangkau sektor-sektor yang selama ini seakan belum tersentuh.
Terkait itu, Sandiaga mengajak para pengurus IPHI agar mampu menerapkan sistem kerja empat as. Yakni kerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas. Ia menambahkan, umat Islam harus bisa memanfaatkan seluruh kemudahan yang selama ini diberikan Allah SWT, sehingga terwujud ekonomi umat yang kuat."Saya siap jadi bagian IPHI, agar mampu membangun ekonomi umat," ujar salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini.

Sabtu, 30 April 2016

datang ke Bakti Sosial, Sandi Uno dikira Kampanye.

Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari partai Gerindra, Sandiaga Uno kembali bersosialisasi dengan masyarakat.
Kali ini ia mengikuti bakti sosial operasi bibir sumbing yang diadakan oleh Yayasan Hayandra Peduli.
Dalam acara tersebut, Sandi panggilan akrab Sandiaga Uno turut serta membawa istrinya, Nur Asia dan putra sulungnya.
Acara tersebut diselenggarakan pada Sabtu (30/4/2016) di Jalan Kramat 6, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan ini Sandi turut melelang jaket dan medali yang ia dapatkan dalam acara World Major Marathon di New York beberapa waktu lalu.
Hasil dari pelelangan tersebut akan disumbangkan kepada klinik Hayandra untuk melakukan operasi bibir sumbing.
Sandi membantah dirinya mengikuti acara bakti sosial tersebut dalam rangka dirinya yang akan maju sebagai bakal calon gubernur pada pilkada 2017 nanti.
SANDI UNOSumber


“Ini bukan kampanye, tapi ini kita untuk berbuat baik kepada sesama,” ujar Sandi di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Sandi yang merupakan founder dari komunitas Berlari Untuk Berbagi menambahkan, acara bakti sosial yang bekerjasama dengan Yayasan Hayandra ini sudah keempat kalinya ia ikuti.
Hasil dari penggalangan dana ini nantinya akan digunakan untuk membantu operasi sumbing bagi warga yang kurang mampu.
“Total kita sumbangkan dana Rp 100 juta. Kemarin kita sudah operasi bibir sumbing sebanyak lima belas orang,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut Sandi dan Istrinya turut berbincang dengan orang tua dari anak yang sudah dioperasi bibirnya.
Ia berharap dengan berhasilnya operasi bibir sumbing ini bisa mengubah masa depan anak yang menderita kelainan tersebut.
“Dengan bakti sosial ini kita berharap bisa bermanfaat dan merubah masa depan anak Indonesia yang mengalami ini (pasien bibir sumbing) ke depannya,” tuturnya.

Jumat, 29 April 2016

Sandi Uno: Didikan Ibu sangat berarti bagi saya walaupun galak, itulah kehebatan seorang Ibu

 Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno atau lebih akrab dikenal sebagai Sandi Uno menilai setiap pemimpin memiliki gaya dan karakternya masing-masing. Dia sebagai seorang pengusaha, mengaku tak pernah bicara kasar, terlebih kepada bawahannya. Sandiaga juga menyatakan bahwa sejak kecil tidak pernah diajarkan bicara kasar oleh kedua orangtuanya. Khusus ibunya, dianggapnya sangat tegas mendidik anak-anaknya agar berperilaku sopan, apalagi bertuturkata. hal ini dipeertagas  Bang Sandi Uno :

"Bawaan saya begini. Karena didikan ibu saya begitu. Ibu saya galak banget. Kalau dulu berkata kasar saya dicabein mulutnya," kata Sandiaga saat berkunjung ke redaksi merdeka.com, Jakarta, Kamis.

SANDI DAN IBU MIEN UNO


Soal pertarungannya di Pilgub DKI, dia tak mau merubah gaya bicaranya, kepribadiannya. Apalagi, jika harus bersikap tegas dan keras seperti calon incumben Basuki T Purnama ( Ahok).

"Saya enggak bisa mengubah citra saya. Kalau saya harus menjadi seperti Basuki, pasti tersiksa sekali," tutur dia.

Sandiaga menyatakan, sejak nyemplung ke dunia politik dan ingin maju sebagai calon gubernur, keluarganya sudah memperingatkan. Tidak boleh ada yang berubah dari sikap seorang Sandiaga Uno.

"Keluarga selalu kasih tahu jangan berubah jadi orang yang tidak kami kenal. Terutama istri saya. Karena banyak orang masuk politik itu berubah, harapan mereka jangan berubah," tutur dia.

Mengenai gaya kepemimpinan Ahok yang suka meledak-ledak dan memarahi anak buahnya di depan umum, Sandiaga tak mau banyak komentar. Sekali lagi, menurut dia, setiap orang punya gaya kepemimpinan masing-masing.

"Tapi saya yakin, Pak Basuki punya niat yang baik, hanya gaya politiknya saja seperti itu," jelas dia.

Ternyata cara mendidik orang sukses tidak beda jauh dengan bagaimana cara orangtua kebanyakan pada eranya, mantap. saya fikir hanya kalangan bawah saja ternyata kalangan elit namun humanis seperti pak sandi juga sama seperti saya saat kecil. #tuntasikhlas #demokrasisejuk

SUMBER

Kamis, 28 April 2016

Bertemu Kwik kian gie, Sandi disarankan memperlihatkan Sumbangsihnya ke Publik

Bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno atau yang akrab dengan sapaan Sandi Uno semakin mempererat dukungannya dengan PDI-P. Pada Rabu (27/4/2016), Sandiaga menyempatkan diri untuk makan siang bersama dengan politikus PDI-P, Kwik Kian Gie. Hal ini pun diperjelas dengan pernyataan Bang sandi sebagai berikut:

"Ya seru sih, jadi Pak Kwik, dia memberikan dukungan moril dan mendorong terciptanya komunikasi dengan PDI-P”.

Selain menyatakan dukungan, Sandiaga mengaku Kwik juga memberikan sejumlah masukan untuknya. Masukan itu terkait dengan pembangunan Jakarta dan terkait persoalan politik. Pak kwik kian gie terlihat bersemangat saat memberikan masukan ke Sandi uno, karena beliau memang sudah sangat berpengalam soal perpolitikan di Indonesia. Berikut penyampaiannya yang dijelaskan oleh Sandi Uno :

SANDI UNO DAN KWIK KIAN GIE


"Pak Kwik minta saya tunjukkan track record saya sebagai pengusaha, berhasil membangun jalan tol Cikopo-Palimanan. Sebagai pengusaha saya enggak pernah nonjol-nonjolin diri sendiri, proyeknya yang saya tonjolkan. Tetapi kata Pak Kwik kamu main di politik sekarang enggak bisa itu, kamu harus klaim hasil karya kamu. Itu adalah komunikasi politik, branding".

Konsesi tol Cikopo-Palimanan, dipegang oleh PT Lintas Marga Sedaya, anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk milik
Sandiaga Uno.

Tol terpanjang itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo jelang lebaran tahun lalu. Prestasi ini yang didorong Kwik agar ditonjolkan oleh Sandi. Kwik yang kini berusia 81 tahun, sudah beberapa kali merasakan pergantian presiden.
Sandi menyebut Kwik percaya bahwa dalam "jualan" politik, khususnya pemilu, seorang harus menonjolkan track record.


Kedekatan Kwik dan Sandi bukan terjalin baru-baru ini saja. Saat Kwik menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada era Presiden Gus Dur, Sandiaga sering berkonsultasi dengan pria itu. Kala itu, Sandiaga baru memulai usahanya. 

"Pak Kwik selalu accesible dari dulu apalagi dengan pengusaha muda, jadi hubungan itu terus, sampai dia keluar dari pemerintahan. Waktu dia baca di pers saya mau maju, anaknya kirim pesan buat saya, katanya papa mengundang makan, eggak tahu ternyata dia mau kasih dukungan moral," ujar Sandi.

Ia pun berencana dalam waktu dekat akan mengundang awak media dalam acara bincang-bincang dengan Kwik Kian Gie untuk mengkritisi kebijakan gubernur. Sangat menginspirasi, dari perbincangan singkat kedua tokoh ini ternyata masih ada orang yang berprestasi dan santun untuk memajukan DKI Jakarta.