Tampilkan postingan dengan label #solusi #nyata #konkret #rakyat #kemiskinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #solusi #nyata #konkret #rakyat #kemiskinan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Kedekatan sandi Uno dan Prabowo, dan keseriusannya dalam Maju DKI 1.

SANDI UNO
 Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki insting politik positif terhadapnya dalam kontestasi pilkada serentak 2017.

"Saya awalnya tidak yakin juga maju. Tapi saya ingat percakapan awal saya dengan pak Prabowo, beliau bilang insting politiknya sama dengan insting politik tahun 2012 ketika beliau memutuskan mendukung pak Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," ujar Sandiaga Uno, Jumat (15/7). 

Sandi Uno dan Prabowo
Pada tahun 2012, Gerindra bersama dengan PDI Perjuangan bersama-sama mengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kala itu Jokowi dan Ahok terpilih memimpin ibukota.

Sandi Uno Politikus Muda Gerindra mengaku selama enam bulan terakhir diminta Prabowo untuk terus melebarkan sayap relawan dengan cara turun ke konstituen. Sebagai wujud ikhtiar dan loyalitas terhadap partai, Sandiaga mengaku telah terjun menyapa konstituen di 240 kelurahan dari total 267 kelurahan yang ada di seluruh DKI Jakarta.

Sementara itu sejauh ini Gerindra telah mengerucutkan tiga nama yang berpeluang diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dalam pilkada serentak 2017 yakni Sandiaga Uno, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin serta pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

Sandi Uno Calon Gubernur dari Partai Gerindra mengaku akan patuh terhadap apapun keputusan Prabowo Subianto nantinya. Dia meyakini segala ikhtiar yang dilakukannya selama ini tidak akan sia-sia sekalipun tidak dipilih Gerindra sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Sandiaga juga menyampaikan bahwa pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan lah harga mati. Terbuka kemungkinan dirinya diusung sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Gerindra.


"Mandat saya memang untuk DKI satu, tapi realita seperti apa itu biar pimpinan partai yang menentukan. Saya siap, nomor satu bukan harga mati," kata Sandi.

#TuntasIkhlas #PilihYangBaik #CalonGubernur #PolitikusMudaIndonesia #PolitisiMudaGerindra

Selasa, 12 Juli 2016

Satukan Suara, Para Ulama Jakarta Rekomndasiakan Pilih Sandi Uno.

Sandiaga Uno semakin yakin mengikuti Pilkada DKI Jakarta pada 2017. Hari ini, ia mendapat dukungan dari para ulama yang tergabung dalam Majelis Pelayan Jakarta.

Dipimpin KH Didin Hafidhuddin, para ulama menemui Sandi di posko pemenangan, Jalan Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Beliau ingin memberikan semangat dan dukungan," kata Sandi, Selasa (12/7/2016).
Menurut Sandi, selama ini para ulama memantau para bakal calon gubernur melalui pemberitaan. Sandi menilai, selama ini ada pemberitaan yang menyebut dirinya tidak didukung ulama.

Kedatangan para ulama ke posko pemenangan menjadi kekuatan Sandi sekaligus membantah pemberitaan itu. Apalagi, Partai Gerindra akan menentukan calon gubernur DKI yang akan diusung dalam waktu dekat.

"Kekuatan doa lebih ampuh dari survei mana pun," tegas Sandi.


Sandi Uno
Sumber

Kenapa Para Ulama Jakarta Rekomendasikan Pilih Sandi Uno ?

Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) menetapkan pilihan kandidat yang layak diusung untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. MPJ merupakan kumpulan para ulama, di antaranya KH Didin Hafidhuddin, Bachtiar Nasir, Ustaz Ahmad Luthfi Fathullah, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin, dan Ustaz Taufan Maulamin.

Tujuh kandidat yang direkomendasikan MPJ adalah mantan Menpora Adhyaksa Dault, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Bojonegoro Suyoto alias Kang Yoto, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra, ulama terkemuka Ustaz Yusuf Mansur, mantan Wamenhan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan pengusaha sukses Sandiaga Salahuddin Uno.

"MPJ merekomendasikan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai salah satu dari tujuh calon gubernur DKI Jakarta," kata Ketua Dewan Syuro MPJ KH Didin Hafhiduddin saat menggelar pertemuan para ulama bersama Sandiaga Uno di Jalan Tirtayasa 2 Nomor 12 Jakarta, Selasa (12/7).

Menurut dia, para ulama yang tergabung dalam MPJ sepakat untuk memilih Sandiaga Uno sebagai sosok yang layak didukung sebagai gubernur DKI periode 2017-2022. "Doa ulama merupakan yang utama. Alhamdulillah mereka mendoakan," ujarnya.

Sumber #PilihYangBaik #PolitisiMudaGerindra #PolitisiMudaIndonesia #CalonGubernurDKI2017

Sabtu, 25 Juni 2016

Dukungan Bertubi-tubi dari berbagai etnis Untuk Sandi Uno

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, bertemu dengan Persatuan Tionghoa Indonesia Raya (Petir), Jumat malam, 24 Juni 2016. 
Politikus Muda Indonesia Sandiaga Uno menyambut positif dukungan dari Petir. Sandiaga merasa memiliki kesamaan dengan mereka.

SANDI UNO

"Saya melihat ada kesamaan titik, ingin dunia usaha lebih kondusif ke depan. Bagaimana penciptaan lapangan pekerjaan terjadi dan juga kekhawatiran kepada gejolak ekonomi yang sekarang sudah mulai terasa," kata Sandiaga, ketika ditemui di restoran Eka Ria.
Sandiaga berharap, dari pertemuan dengan Petir ini bisa tercipta komunikasi yang lebih hangat dan merapat, termasuk dengan etnis Tionghoa yang ada di Jakarta.

"Dengan keinginan yang dibawa, agar Jakarta dikelola lebih baik  ke depan," ujar Sandiaga.
Menurut Sandiaga, masih ada banyak tuntutan dari warga DKI yang belum terpenuhi, khususnya terkait usaha mikro kecil menengah (UMKM). 
Untuk itu, politikus Partai Gerindra itu mensolusikan akses permodalan yang lebih mudah untuk para pelaku dunia usaha.
SANDI UNO


"Kita akan ada akses permodalan yang lebih kontinyu, ada pelatihan dan dunia usaha lebih kondusif," kata Sandiaga Calon Gubernur DKI Jakarta 2017. (ase)

#TuntasIkhlas #PilihYangBaik #CalonGubernuDKI2017

Rabu, 22 Juni 2016

Sandi Uno Buka Bersama Prabowo, Begini Jawaban Prabowo Soal Cagub DKI Jagoan Gerindra

Suasana akrab dan mesra antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan calon gubernur DKI Sandiaga Uno terlihat saat Prabowo menghadiri buka puasa Partai Gerindra  di Gedung Serba Guna Rumah Jabatan Anggota DPR RI, di Kalibata, Jakarta, Rabu (22/06/2016).

Sandiaga Uno adalah nama yang digadang-gadang Gerindra untuk bersaing mengalahkan Ahok pada Pilkada Jakarta Februari 2017 mendatang.

Sandiaga terlihat duduk bersebelahan dengan Prabowo saat acara buka bersama. Tampak Juga petinggi Gerindra lainnya seperti sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani dan Djoko Santoso.

SANDI UNO

Usai acara buka bersama tersebut, Prabowo yang ditanya soal calon Gerindra untuk Pilkada DKI 2017, mengatakan masih menunggu usulan dari DPD Gerindra Jakarta.

"Prosesnya dari bawah. Nanti saya tunggu tiga nama dari DPD Gerindra Jakarta. Nama-namanya tanya ke ketuanya," kata Prabowo.


Nanum demikian, Prabowo sempat memuji bahwa Sandiaga merupakan salah satu kader terbaik partainya. "Pak Sandi adalah salah satu putra terbaik dari Indonesia dan putra terbaik dari Gerindra," jawabnya.
#TuntasIkhlas #PilihYangBaik #CalonGubenur

Kamis, 09 Juni 2016

3 Masalah Pokok yang disoroti Sandi Uno

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno, mengakui menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah tugas yang sangat berat. Menurut pemetaan yang telah dilakukan dirinya, dua permasalahan mendasar di ibukota adalah ketersediaan lapangan pekerjaan dan melambungnya harga bahan-bahan pokok, dan masalah keamanan.
“Pemetaan permasalahan pokok Jakarta itu sudah kami lakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan sebagainya,” kata Sandiaga dalam wawancara khusus dengan Suara.com, Selasa (7/6/2016).
Sandiaga merasa optimis dirinya bisa menyelesaikan dua masalah pokok itu. Ia telah memiliki konsep untuk membantu peningkatan penyediaan lapangan kerja serta menurunkan harga bahan pokok. “Sangat miris melihat persoalan harga bahan pokok kita yang begitu tinggi dibanding negara tetangga. Padahal tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia masih dibawah negara tetangga. Ini bisa menjadi masalah sosial jika tidak lekas diselesaikan,” ujar Sandiaga.
SANDI UNO

Sandiaga juga menyoroti masalah keamanan di Jakarta. Menurutnya, kini Jakarta di posisi papan bawah dari 60 kota hasil survey Economic Intelegence Units dari segi keamanan. “Ini adalah PR besar buat kita. Kita harus segera melakukan terobosan agar warga Jakarta merasa aman tinggal di Jakarta. Saat ini keamanan terhadap perempuan dan Jakarta sangat memprihatinkan,” tambah Sandiaga.
Selain tiga masalah itu, Jakarta juga masih didera banyak persoalan klasik. Masalah kemacetan di Jakarta, diakui Sandiaga juga semakin memburuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini menggadang-gadang telah mampu mengatasi banjir, ternyata baru saja beberapa hari lalu terjadi peristiwa banjir dikawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara. “Mungkin semua bukan salah Gubernur Ahok. Tetapi itu membuktikan bahwa pemerintahan DKI yang ada saat ini belum bisa merealisasikan janji-janjinya selama ini,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif tersebut.


Selasa, 07 Juni 2016

Sandi Uno: Mengenai Banjir Rob, harus belajar dari Amsterdam.

Pasangnya air laut mengakibatkan jebolnya tanggul di wilayah Utara Jakarta hingga membuat sejumlah wilayah di daerah tersebut terendam banjir sejak Minggu, 5 Juni 2016.
‎Menanggapi hal tersebut, bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seharusnya dapat mencontoh negara lain yang mampu mengatasi permasalahan yang sama.
‎"Pembangunan tanggul yang saat ini tidak kuat untuk menampung air. Jadi kita perlu belajar dari negara besar lain yang menghadapi masalah yang sama, seperti Amsterdam contohnya," ujar Sandiaga ditemui di kawasan Kemayoran Timur II, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
SANDI UNO

Sandi—sapaan akrab Sandiaga Uno—melihat hal tersebut perlu segera dilakukan agar ke depannya tidak terjadi hal yang serupa.

"Saya lihat di wilayah pesisir ini, kita perlu mencontoh seperti Amsterdam, di mana bisa mengatasi masalah pasang surutnya air ini tanpa adanya banjir Rob khususnya masyarakat yang ada di pesisir," tandasnya.

Jumat, 03 Juni 2016

Diskusi Rakyat Solutif: Sandi Uno Dengan Tukang Becak

Sejumlah  tukang becak mencurahkan hatinya (curhat) ke bakal calon gubernur Sandiaga Uno yang kerap dikejar-kejar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat sedang mengantarkan penumang di jalan-jalan kecil yang berada di dekat pasar tradisional.
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra dalam Pilkada 2017, Sandiaga Salahudin Uno yang mendatangi perkampungan padat penduduk di Jalan Budi Mulia, Gang E3, RT04/RW10‎, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Jumat (3/6).
Salah satu istri dari pengemudi becak, Rini (29) warga RT03/RW10, Kelurahan Pademangan Barat, mengatakan becak suaminya seringkali di 'garuk' oleh anggota Satpol PP yang sering melakukan razia di jalan-jalan kecil dekat pasar.
"Becak suami saya hampir mau kena garuk oleh anggota Satpol PP, padahal suami saya hanya menarik becak di gang-gang kecil saja bukan di jalan besar," ujar Rini, Jumat (3/6) siang di lokasi.
Ia mengaku merasa sedih dengan perlakuan Satpol PP yang se-enaknya saja menggaruk becak para penarik becak yang memang hanya mengandakan nafkah satu-satunya ‎dari mata pencaharian menjadi tukang becak dengan penghasilan hanya Rp 50 ribu setiap harinya.
Nasib berbeda terjadi pada‎ Agus Setiawan‎ (27), RT03/RW08, Kelurahan Pademangan Barat yang mengaku becaknya sudah disita oleh anggota Satpol PP ketika ia sedang mencari calon penumpang di Pasar Jalan Hidup Baru.
"Padahal saat itu saya sudah bilang ke pak Satpol PP kalau saya itu gak pernah sekalipun lewat di Jalan raya ataupun markirin di becak di bahu jalan, tapi tetap saja becak saya diambil paksa," kata Agus‎.
Sandi Uno

Ia mengaku kecewa dengan sikap arogan para Satpol PP yang hanya mengambil becak-nya tanpa memberikan solusi untuk memberikan pekerjaan baginya bila tidak lagi memiliki becak yang memang sudah 15 tahun terakhir menjadi sumber mata pencahariannya.
Hal serupa juga diungkapkan Mulyadi (47), warga RT04/RW02 Kelurahan Pademangan Barat yang mengaku nyaris terlibat baku hantam dengan Satpol PP yang tiba-tiba mengepung dirinya ketika ia hendak kembali ke rumah pada tengah hari untuk beristirahat.
Menanggapi persoalan dan keluhan warga tersebut, Sandiaga Uno, mengatakan becak memang sudah tidak boleh lagi dijadikan sebagai alat transportasi umum dan berkeliaran di jalanan ibukota.
"‎Saya sudah tanya kepada mereka apakah mereka mau bekerja di bidang pekerjaan lain bila ada lapangan pekerjaan, dan mereka bilang mau, jadi ini persoalannya bukan karena mereka kekeh ingin menjadi tukang becak, tapi saat ini mereka belum menemukan lapangan pekerjaan lain yang mampu mereka kerjakan," kata Sandiaga Uno.
Namun demikian, meski memang dilarang operasionalnya sebagai alat transportasi umum, Sandiaga Uno melihat becak masih bisa digunakan sebagai sarana pariwisata bagi warga Jakarta terutama di daerah-daerah destinasi wisata kota.
Sumber

Rabu, 25 Mei 2016

Sosok Ibu sangat berarti Sandi Uno

Politikus dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengaku jika motivator dan inspirasi bagi dirinya adalah ibunya sendiri, Mien R Uno. Sosok ibunyalah yang selama ini selalu memberikan dorongan untuk bekerja lebih keras.

Baginya, ibunya merupakan sosok yang penyabar dan tetap berjuang sampai saat ini.Karena itu, kepada Republika.co.id, dia mengaku hari ini merupakan hari yang spesial bagi dirinya. Betapa tidak, pada tanggal  23 Mei lalu, ibunya genap berusia 60 tahun.
Sandi Uno

Meski usianya sudah genap 60 tahun, Sandiaga mengaku bangga jika ibunya tetap bugar, semangat, dan terus berjuang. Seperti yang terjadi pada Rabu (25/5), ibunya menggelar Lokakarya bertema 'Menjadi Individu Hebat Individu Mandiri' yang diikuti sejumlah peserta di Jl Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Perjuangan yang besar itu butuh keiklasan dan saya belajar itu dari beliau,” ujarnya

Sumber

Selasa, 24 Mei 2016

Bekerja Bersama, Sandi Uno ingin meningkatkan Perekonomian Ibu Kota Yang Merata Hingga Sektor UMKM

Sandiaga Uno, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Koperasi, dan Industri Kreatif menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 7 persen jika UMKM di negara ini berdaya saing tinggi dengan indeks kemudahan berbisnis di urutan 40 besar.

"Ekonomi Indonesia itu bisa tumbuh tambah 2 persen di atas pertumbuhan yang sekarang. Saat ini kan pertumbuhannya 4,9 persen. Dalam peningkatan kualitas UMKM, saya kira, bisa lah 7 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Sandiaga Uno, Selasa (24/5).
Kebijakan yang tepat untuk mendorong UMKM juga tidak terlepas dari kemudahan berbisnis. Maka dari itu, indeks kemudahan berbisnis harus ditingkatkan. Saat ini, indeks berbisnis masih di level 109. Jauh dari permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta tingkat kemudahan berbisnis di bawah 40 besar.
Sandi Uno


"Ini tugas yang berat buat kami. Di Jakarta sendiri kita semua kan mengalami kesulitan berbagai masalah yang membuat indeks kemudahan berbisnis itu belum mengalami kenaikan signfikan. Harga-harga bahan pokok meningkat, lapangan pekerjaan masih sulit. Jadi, kembali lagi indeks kemudahan berbisnis itu masih diperbaiki, permodalan harus digenjot," ungkapnya.

Dari sisi potensi UMKM, saat ini, Sandiaga mengusulkan agar skala bisnis UMKM terus bertumbuh besar. Dengan demikian, bukan lagi soal memperbanyak jumlah UMKM, tetapi menumbuhkan kualitas usaha dari UMKM tersebut.
"Ke depan, UMKM itu harus ditargetkan. Jumlahnya tidak boleh lagi 50 juta, tetapi harus di bawah 45 juta, misalnya di tahun 2030 mendatang. Setelah itu, turun lagi menjadi 25 juta. Nah, itu menunjukkan mereka tumbuh dari kecil ke menengah, dan menengah menjadi membesar. Itu lah tantangan untuk ekonomi Indonesia," katanya.

Lebih lanjut Sandiaga menyatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan hal itu. Pemerintah harus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, seperti pelaku usaha.


"Kami dari Kadin maupun Non Government Organisation (NGO) selalu mendukung, UMKM ini harus dikembangkan," pungkasnya.

Sabtu, 21 Mei 2016

6 Point yang disampaikan Sandi Uno saat Wawancara di DPW Demokrat

DKI Jakarta sebagai ibu kota negara dan salah satu kota percontohan dari pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi di Indonesia memiliki sejumlah persoalan dan permasalahan yang masih harus dihadapi.

Persoalan-persoalan DKI Jakarta yang mencakup beragam aspek inilah yang harus dapat dihadapi oleh seluruh Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dalam kompetisi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada tahun 2017 mendatang.
SANDI UNO

Beberapa persoalan yang mendera DKI Jakarta dalam pemaparan yang disampaikan oleh Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno dalam tahapan wawancara kelayakan dan kepatutan (fit dan proper test) DPD Partai Demokrat DKI Jakarta pada Sabtu (21/5).

Meski DKI Jakarta saat ini sudah berada di arah jalan yang benar dalam implementasi program di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, namun ada aspek-aspek lain dalam Pemerintahan DKI Jakarta saat ini yang masih harus diperbaiki ke depannya.

"Ketimpangan sangat nyata terlihat dari Indeks Gini Rasio DKI Jakarta yang meningkat hingga 7,20 persen, angka ini bahkan terbesar kedua setelah Provinsi Papua, dalam hal ini artinya pembangunan yang dilakukan pihak Pemprov DKI Jakarta masih belum sepenuhnya inklusif," ujar Sandiaga, Sabtu (21/5) di Kantor DPD Partai Demokrat, Jakarta Timur.

Menurutnya‎, jumlah penduduk miskin juga mengalami peningkatan sebesar 3,72 persen. Hal ini berbanding lurus dengan tingkat penyerapan anggaran Pemprov DKI Jakarta yang hanya berada di angka 59,32 persen pada Tahun 2015 lalu.

"Selain ketimpangan ekonomi, Inflasi di Jakarta pada tahun lalu juga meningkat 0,95 persen. Ini disebabkan dari harga kebutuhan pokok yang tidak stabil sehingga membuat inflasi meningkat. Hal ini terlihat pula dari indeks kebahagiaan warga Jakarta yang seluruhnya berkaitan dengan pekerjaan," tambahnya.

Persoalan ‎harga kebutuhan pokok yang belum stabil serta terbatasnya jumlah lapangan pekerjaan bagi warga DKI Jakarta merupakan dua indikator utama yang paling dikhawatirkan masyarakat saat ini selain masalah kemacetan, banjir, dan sampah.

"Kita juga melihat ada ketimpangan dalam pelaksanaan pemerintahan DKI Jakarta saat ini, dimana sangat tajam kepada masyarakat miskin atau kelas bawah tapi tumpul bila menyasar masyarakat kelas atas," lanjut Sandiaga Uno.

Dengan berbagai persoalan itu, Sandiaga Uni mengaku akan menawarkan program utama "Jakarta yang Adil, Inklusif, dan Manusiawi" sebagai bagian dari pembangunan DKI Jakarta selama kurun waktu lima tahun dari 2017-2022.

Beberapa poin utama solusi yang diberikan oleh Sandiaga Uno bagi warga DKI Jakarta, yakni:
- menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok demi kesejahteraan rakyat terutama dari warga berpenghasilan rendah
- mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara membuka lapangan pekerjaan baru di berbagai sektor dengan nilai upah yang layak sesuai dengan kebutuhan real di DKI Jakarta
- memastikan manfaat pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat miskin
- melakukan efisiensi dan pengawasan dengan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan DKI Jakarta demi mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, beradab, dan ketegasan yang terukur.

"Penyelenggaraan sistem penggunaan anggaran yang efektif dan sudah mulai transparan yang berjalan saat ini akan kita‎ lanjutkan namun disertai dengan perbaikan penyerapan anggaran," kata Sandiaga Uno.


Ia mengaku akan mendukung dan mempertahankan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang saat ini sudah dianggap positif dan membawa perubahan. Namun ia juga akan memperbaiki kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam berbagai aspek yang dirasa masih kurang dan belum berjalan efektif.

Jumat, 20 Mei 2016

Lagi, Sandi Uno Serap Aspirasi Warga Di Rusun Karang Anyar, Jakarta Pusat

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengunjungi Rumah Susun Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, guna mendengar keluhan warga yang mengaku kesulitan air.

Sandiaga yang mengenakan kaus berkerah warna biru tiba di kawasan Sawah Besar pukul 15.00 WIB dan langsung disambut warga yang memanggil nama maupun meminta foto bersama politisi Partai Gerindra itu.

"Di rumah susun saya ingin melihat aspek sosial, ekonomi, dan fasilitas di mana mereka mengeluhkan kesulitan air," kata Sandiaga di Rumah Susun Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat.

SANDI UNO

Sandi juga prihatin dengan warga rumah susun yang mengalami kesulitan ekonomi apalagi kondisi rumah susun yang telah dibangun sejak 1987 itu juga membutuhkan renovasi.

"Ada keluhan warga yang omset dagangnya berkurang. Itu perlu dicarikan solusinya," kata Sandi.

Sandiaga kemudian menimpali, "Kondisi rusun juga seperti ini, jika direnovasi warga pindah ke mana?" Na'im  (54) warga setempat yang bekerja sebagai pengemudi ojek berharap Sandiaga Uno bisa menyelesaikan permasalahan di Rumah Susun.

"Siapapun, termasuk Sandiaga, warga menunggu gebrakannya. Semoga memihak rakyat kecil," kata Na'im.

Selain itu, Sandi yang sempat berdiskusi dengan kelompok masyarakat setempat mengatakan akan berupaya menemukan solusi jitu untuk mengatasi permasalahan di hunian bertingkat itu.

Sumber